Ditengah balut gelap malam
kukumandangkan kerinduanku
pada para serdadu semesta
agar mereka hadir menghadap
mengelilingi kerajaan tanpa namaku
menemani sendunya terang bulan purnama
yang terpancar redup
membelah dan menerangi sebagian hatiku
serta menerawangkan sesosok wajah permaisuri
yang tengah kurindu hadirnya
bagai gelap merindukan terang.
Para serdadu bertanya
apa yang dapat mereka lakukan
untuk obati kerinduan ini
dan aku hanya menjawab
tidak ada
Kerinduan ini tak perlu diobati
karena memang tak ada obatnya
dan satu-satunya cara
yang ingin kutempuh
adalah membiarkannya melebur
bersama terang bulan
yang mulai kembali ke peraduannya
dibalik awan putih
yang yang menghitam oleh malam
Selamat malam dariku
untukmu permaisuriku
semoga engkau
bahagia dan ceria selalu
dibungkus cahaya rembulan
dan semoga mimpimu
indah menghias tidurmu
5TuP!d0
0 Comments:
Post a Comment