Menjalani kisah cinta Ini
membuat naluri halusku berkata
(bahwa) engkaulah milikku
Bahagia selalu kumiliki
(ketika) menjalani hidup bersamamu
meski (kau) tak senantiasa disisi
hingga kunyatakan (bahwa)
engkaulah jiwaku
Akulah Penjagamu
dan (akan) senantiasa menjagamu
akulah Pelindungmu
dan (akan) menjadi penerang jalanmu
akulah Pendampingmu
dan (akan) selalu berjalan disampingmu
di setiap langkah-langkahmu
Pernah(ku) sakiti hatimu
(hingga) kau lupakan janjiku
pernah (juga) kau sakiti (hatiku)ku
(tapi) tak mengapa
karena (memang) kuingin jagaimu
senantiasa selalu
dan takkan meninggalkanmu
Kau bawa diriku
kedalam hidupmu
kedalam duniamu
(dan) kau basuh diriku
dengan senyummu
juga (rasa) sayangmu
Tahukah kau (kalau)
senyummu juga sedihmu
adalah hidupku
bagian jiwaku
Terima kasih t’lah cintaiku
(dan) sentuh cintaku
dengan lembut
dengan sejuta warna
ide : lagu “11 Januari” (GIGI)
NALURI CINTA(KU)
Posted by Alex Maslo at 1:04 PM 0 comments
Labels: puisi
RINDU SENDU
Ditengah balut gelap malam
kukumandangkan kerinduanku
pada para serdadu semesta
agar mereka hadir menghadap
mengelilingi kerajaan tanpa namaku
menemani sendunya terang bulan purnama
yang terpancar redup
membelah dan menerangi sebagian hatiku
serta menerawangkan sesosok wajah permaisuri
yang tengah kurindu hadirnya
bagai gelap merindukan terang.
Para serdadu bertanya
apa yang dapat mereka lakukan
untuk obati kerinduan ini
dan aku hanya menjawab
tidak ada
Kerinduan ini tak perlu diobati
karena memang tak ada obatnya
dan satu-satunya cara
yang ingin kutempuh
adalah membiarkannya melebur
bersama terang bulan
yang mulai kembali ke peraduannya
dibalik awan putih
yang yang menghitam oleh malam
Selamat malam dariku
untukmu permaisuriku
semoga engkau
bahagia dan ceria selalu
dibungkus cahaya rembulan
dan semoga mimpimu
indah menghias tidurmu
5TuP!d0
Posted by Alex Maslo at 12:49 PM 0 comments
Labels: puisi
JIKA
Jika aku harus berkorban
maka itu pasti untukmu
jika aku harus menyakitimu
itu juga pasti demi dirimu
itu karena aku sadar
aku tak punya apa-apa
untuk bisa kuberikan padamu
Aku bukan minder
dan aku tidak pesimis
hanya coba realistis
setidaknya sampai saat ini
karena hidup memang demikian
meski aku takkan berhenti bermimpi
tentang masa depan yang lebih pasti
untuk menjangkau yang pernah 'mati'
Tak perlu menunggu
karena kutakut kau tak sanggup
jangan pula bersedih
karena hidup bukan tuk ditangisi
terlebih
jangan merasa kehilangan
karena kau hanya kehilangan diriku
tapi bukan cintaku
Masa depan memancar terang
namun tertutup rabunnya kabut
seberapa tebal pun kabut itu
harus berani disingkap
karena memang begitu
aturan main hidup ini
Tapi yakinlah
cintaku akan senantiasa ada
dalam sunyinya relung jiwa
dalam merahnya bulir darah
dan dalam pekatnya gelap malam
5TuP!d0
shades of my heart...,
sayangku untukmu
yang jauh padahal dekat
dekat namun tak terjamah
December 01, 2008
Posted by Alex Maslo at 2:56 PM 0 comments
Labels: puisi
TERIMA KASIHKU
Membunuh perasaanku padamu
bagai membunuh diriku
mengaburkan identitasku
dan menyembunyikan jati diriku.
Terimakasihku padamu
tak terhitung kata
tak terbalas budi
dan tak terbayar cinta.
Hanya satu caraku
mengingatmu selalu
yakni membingkaimu
dengan pekatnya darah jantungku.
5TuP!d0
dedicated to : the shades of my heart
Posted by Alex Maslo at 2:46 PM 0 comments
Labels: puisi