Aku bersyukur
bisa berada di dunia
dimana aku bebas
menggapai impianku
dengan tanpa batasan
Terbebas dari ceklokan absensi
lepas dari jeratan dasi
dan pakaian resmi
yang harus dikenai
tatkala mengejar ambisi
yang tak pernah pasti
Perasaan ini
takkan pernah kulupa
tidak...
ia memang telah ada
hanya aku yang belum menyentuhnya
Dan kini
aku menyentuhnya
diiringin alunan suara alam
menyemarakkan pesta dalam diriku
menyambut kemenangan
atas kebebasanku ini
5TuP!d0
DUNIAKU
Posted by Alex Maslo at 11:34 AM 0 comments
Labels: puisi
BURUNG
Ia menarik perhatianku
dengan kicauannya
mengalihkan perhatianku
dari kesibukanku pagi ini
Tiap pagi ia dan teman-temannya
membangunkanku pada jam yang sama
dengan bahasa merdunya yang beragam
membahana di gendang telingaku
Aku menatapnya lama
penuh pukau
seraya menikmati
olah vokal yang tak henti
Ia bebas
terbang kesana kemari
hinggap dimana pun ia mau
dan bernyanyi sepuas yang dikehendaki
Bernyanyilah terus
bernyanyilah untukku
dan tunjukkan padaku selalu
bahwa banyak cara untuk nikmati hidup ini
5TuP!d0
Posted by Alex Maslo at 11:14 AM 0 comments
Labels: puisi
KUNCI
Kunci-kunci itu
Kunci yang engkau tinggalkan
Telah kutemukan satu persatu
Dan kini
Sedang kucoba
Untuk mengurutkannya
Dan membuka satu persatu
Pintu rahasia yang sedang kaurancang
Untuk kebahagiaan kita bersama
Kelak
Akan kautemukan
Bahwa kunci yang engkau tinggalkan
Salah satunya kunci
Untuk membuka hatimu
Ada di tanganku
Maafkan aku baru menyadarinya
Bahwa engkau menyadari potensi yang kumiliki
Lebih dari aku menyadari diriku sendiri
Sedari awal aku sudah curiga
Ada sesuatu dibalik ini semua
Tapi kini baru kuketahui
Apa makna dibalik semuanya
Kini sedang kutelusuri
Mimpi-mimpiku
Dengan potensi besar yang kumiliki
Dengan kunci-kunci yang engkau tinggalkan
Jika aku hebat bisa memecahkannya
Maka engkau jenius yang menciptakannya
Terima kasih
27 Juni | 08.08
Posted by Alex Maslo at 10:48 AM 0 comments
Labels: puisi
ONLY HEAVEN KNOWS
2-3 hari yang lalu, saya dikejutkan dengan lirik lagu satu ini. Lagu ini memang telah lama saya ketahui, namun telah lama pula tidak saya dengar. Dan lucunya, lagu ini muncul ketika perasaan dan kata hatiku berucap sama seperti lirik di lagu ini. Memang aku tidak bisa membohongi 'tuhan', yang telah berucap melalui lagu ini.
She's always on my mind
From the time I wake up 'til I close my eyes
She's everywhere I go
She's all I know
And though she's so far away
It just keeps gettin' stronger everyday
And even now she's gone
I'm still holding on
So tell me where do I start
'Cause it's breaking my heart
Don't wanna let her go
Maybe my love will come back some day
Only heaven knows
And maybe our hearts will find a way
Only heaven knows
And all I can do is hope and pray
'Cause heaven knows
My friends keep tellin' me
That if you really love her
You've gotta set her free
And if she returns in kind
I'll know she's mine
So tell me where do I start
'Cause it's breakin' my heart
Don't wanna let her go
Maybe my love will come back some day
Only heaven knows
And maybe our hearts will find a way
Only heaven knows
And all I can do is hope and pray
'Cause heaven knows
Why I live in despair
'Cause wide awake or dreaming
I know she's never there
And all this time I act so brave
I'm shaking inside
Why does it hurt me so
Maybe my love will come back some day
Only heaven knows
And maybe our hearts will find a way
Only heaven knows
And all I can do is hope and pray
Maybe my love will come back some day
Only heaven knows
And maybe our hearts will find a way
Only heaven knows
And all I can do is hope and pray
'Cause heaven knows
Heaven knows
Heaven knows
Terima kasih untuk Rick Price dengan suara dan gaya vokalnya yang khas. Selain itu, satu lagu lain darinya - 'If You Were My Baby' juga turut menghanyutkan perasaanku. Gaya akustik yang selalu kusukai, ditambah vokal indahnya dan liriknya tentunya. Aku akan mengingat kedua lagu ini selalu...
I could dream my life away
What would I care anyway
It'd be so fine
If you were my baby
I'd be walking ten feet tall
With your love, girl
Why should I worry at all
If you were my baby
I'd never be lonely
If you were my only love
If you were my baby
I'd take my last breath
Before I would let you go
And I promise I'd love you forever and ever
If you were my baby
We'd go walking late at night
Count the starts up in the sky
Just you and me
If you were my baby
Stop to kiss under a tree
Listen to the sound of the whispering breeze
If you were my baby
I'd never be lonely
If you were my only love
If you were my baby
I'd take my last breath
Before I would let you go
And I promise I'd love you forever and ever
If you were my baby
Oh, how wonderful life would be
If you'd give your love to me
Just to hold you endlessly
Is all I'd ever need
I'd never be lonely
If you were my only love
If you were my baby
I'd take my last breath
Before I would let you go
And I promise I'd love you forever and ever
If you were my baby
Oh, if you were my baby
If you were my baby
5TuP!d0
June 26, 2008
Posted by Alex Maslo at 6:50 PM 0 comments
Labels: cerita singkat
KAN KUMAKLUMI
Sudah cukup aku memohon
takkan lagi aku memelas
dan sampai disini aku berharap
takkan ada lagi usahaku untuk itu
Sedari awal
cintaku memang meluber
maka aku rajin membagikannya
bukan melelangnya
Aku beri kepada siapa yang mau
kepada siapa yang ingin
dan kepada siapa yang perlu
karena aku ingin dekat dengan siapa saja
Namun
sedari awal
hatiku hanya satu
dan hanya milikmu seorang
Bagiku
membagi cinta adalah hal yang baik
namun aku tidak pernah membagi hatiku
itu yang tidak engkau sadari
Aku memang mengubar janji
namun bukan untukmu
melainkan untuk memotivasi diriku
walau itu demi dirimu
Semua pengorbanan
bisa kulakukan
karena hatiku
memang cuma untukmu
Tapi kini
semua mulai sirna
perlahan ia memudar
mulai musnah
Aku tidak sanggup menjaganya lagi
karena tiada kepercayaan darimu
yang sebenarnya amat kuperlukan
untuk menguncinya utuh
Dalam kekecewaan
aku belajar
dalam sakit hati
aku memaklumi
Tak ingin aku berdebat
tak perlu aku menyesalkan
semua sudah terjadi
biar perlahan kan kulepas
24 juni | 22.50
June 25, 2008
Posted by Alex Maslo at 11:51 AM 0 comments
Labels: puisi
MUNDUR
Aku telah membungkuk
menunduk
telungkup
hingga merebah
Aku telah hilangkan ego
arogan
dan kebanggaanku
sebagai pria
Aku tahu itu belum cukup
karena memang manusia
tak mengenal kata cukup
untuk puas
Aku tahu itu belum seberapa
karena caraku berbuat
dan caramu menilai
amatlah berbeda
Maka itu
aku akan mundur perlahan
selangkah demi selangkah
menguapkan segalanya
23 juni | 16.09
June 24, 2008
Posted by Alex Maslo at 12:27 PM 0 comments
Labels: puisi
MASA LALU
Aku telah melupakan masa lalu
bukan karena ia telah lewat
namun karena aku memang tidak ingin mengingatnya
melainkan belajar daripadanya
Aku tuangkan karya
bukan untuk menangisi hidupku
karena ia muncul menginspirasi dan memotivasiku
maka jangan menilai keadaanku dari karyaku
Aku telah melupakan semuanyanya
sama seperti aku melupakan masa lalu dirinya
sesuatu yang tidak perlu dibahas
karena kita hidup sekarang ini
Aku tidak sadar ketika aku menyakitinya
aku juga tidak ingat jika dia pernah menyakitiku
semua itu ada bukan untuk diperdebatkan
bukan pula untuk dipermasalahkan
melainkan memang bagian dari hubungan
Masa lalu adalah masa lalu
namun ia akan jadi
masa lalu yang penuh warna
dan masa lalu yang mendewasakan
5TuP!d0
June 23, 2008
Posted by Alex Maslo at 11:11 AM 0 comments
Labels: puisi
CINTA ITU
Cinta itu indah
juga menarik
ia memabukkan
juga menyakitkan
Bagaimana memolesnya
begitulah rupanya
bagaimana memperlakukannya
begitulah jadinya
Jangan ada penyesalan
jangan timbul kekecewaan
atau hati akan tertutup
surutkan kebahagiaan
5TuP!d0
Posted by Alex Maslo at 11:08 AM 0 comments
Labels: puisi
MALAM PERIH
Rindu itu perlahan menguap
cinta itu perlahan sirna
menghempaskan tawa
menyisakan luka
Kenapa aku harus tertawa
dikala hatiku teriris
kenapa aku harus tersenyum
ketika hatiku menangis
Untuk apa kulakukan itu
mengapa kubiarkan itu
untuk apa lagi
untuk apa lagi
Wahai bulan
jangan tersenyum kepadaku
karena hatiku semakin perih
teriris perlahan namun dalam
Aku tahu engkau baik
menghiburku kala kusedih
tapi kutak bisa lagi
tersenyum balik dalam pedih
Aku ingin tidur
aku ingin terlelap
tak berlama-lama lagi
menahan duka lara
Selamat malam bulan
selamat malam
terima kasih tlah iringi
malam sepiku dengan kilau cahyamu
5TuP!d0
June 22, 2008
Posted by Alex Maslo at 11:32 PM 0 comments
Labels: puisi
LETIHKU
Malam semakin larut
ketika tubuhku berbaring
menatap rembulan malam
dalam tatapan hampa
Walau sinarnya terang
tapi hatiku terasa gelap
bagai lorong panjang
tanpa penerang
Dalam baringku
yang kurasa hanyalah kelelahan
letih berkepanjangan
yang tak kunjung usai
Sepertinya...
aku ingin terlelap lebih lama
selama mungkin
selama jiwaku bisa
Membawa keletihan bersamaku
dalam damai
dengan tenang
tanpa ada yang tahu
Agar ketika kubuka mata
ada pelabuhan yang bernama cinta
tempat aku bisa bersandar
lengkap dengan ego dan aroganku
Selamat malam dan trima kasih rembulan
t'lah dampingi menuju istirahatku
menyambut harapan baru
ketika mata terbuka nanti
5TuP!d0
June 20, 2008
Posted by Alex Maslo at 12:19 PM 0 comments
Labels: puisi
KETIKA AKU MEMILIH
Ketika orang menertawakan penampilan barunya, aku hanya tersenyum kecil. Bukan menyetujui pendapat orang lain, namun lebih kepada menyetujui kata hatiku, bahwa ia tidak tahu betapa cantiknya ia bagiku dengan penampilan seperti apa pun ia.
Ketika…ketika…ketika…dan ketika…
Yah, awalnya semua berjalan seperti biasa…indah. Selalu indah. Sampai ketika perasaannya mencapai suatu titik, titik dimana aku tidak dapat memahaminya, titik dimana aku tidak dapat menyentuhnya lagi. Aku tidak tahu mengapa, karena ia tidak memberitahukannya kepadaku. Tapi ia hebat. Ia bisa membuatku berkorban untuknya, menunjukkan betapa aku tulus padanya. Menunjukkan padanya betapa dengan ketidakhadirannya, semua duniaku bagai runtuh diterjang ombak gempa. Meluluhlantahkan perahu kecil kami yang telah kami warnai sedemikian rupa. Apa lagi yang tersisa? Apakah masih ada? Yah, masih. Kisah. Kisah dimana kami memulai membangun dan kisah ketika kami mewarnai perahu kami. Hanya itu yang tersisa.
Aku tidak tahu harus memulai dari mana, membangun kembali duniaku yang telah luluh lantah diterjang ombak gempa tadi. Aku bahkan tidak tahu, apakah aku masih sanggup berdiri. Apakah aku masih sanggup berjalan. Apakah aku masih sanggup berceritera untuknya. Menjadi pahlawan bagi hatinya. Tidak, tidak. Aku tidak mau berharap terlalu jauh. Aku hanya ingin memulai kembali, membangun duniaku yang telah luluh lantah, yang kini hancur lebur bak lautan debu. Bagaimana aku harus memulai? Darimana? Itulah yang sedang kupikirkan. Tapi aku akan memulai kembali. Aku akan membangun kembali, duniaku yang lebih indah dari yang pernah kubangun, walau perlahan, asal bisa kumulai. Asa demi asa. Harapan demi harapan. Impian demi impian, dan realita demi realita, menyatu kedalam dunia baru. Semua akan datang. Semua akan tercipta, kedalam satu dunia baru,….kerajaanku.
Apakah akan ada penggantinya dalam hidupku? Belum, aku belum berpikir kesana. Aku masih mencoba meniti sebuah jalan, jalan kecil dimana hatiku dan hati orang-orang yang mencintaiku bertaut untuk memintaku berjuang. Berjuang untuk diriku. Berjuang untuk impianku. Karena ada yang lebih indah yang sedang menunggu, walau aku tidak tahu apa gerangan itu.
Untuk orang-orang yang telah tulus mencintaiku, dalam rupa apapun itu, terima kasih. Dan maaf, jika balasan cintaku berwujud lain. Termasuk berwujud ucapan, sekedar terima kasih. Tapi itu tulus, karena kalian juga tulus. Aku juga mencintai kalian, hanya caraku beda. Terima kasih. Terima kasih telah menunjukkan kalau dunia ini masih terlalu indah untuk membuatku harus terus remuk redam dengan perasaanku. Aku pasti bangkit. Aku pasti berdiri, walau perlu waktu untuk pulih. Karena aku memang aku telah memilih untuk bangkit kembali. Itu pasti…pasti.
18 Juni 2008 | 04.55
June 19, 2008
Posted by Alex Maslo at 10:26 AM 0 comments
Labels: cerita singkat
KARENAMU
Aku bisa berdiri
karena kamu
aku bisa bertahan
karena bisikanmu
aku bisa kuat
karena doronganmu
Aku tidak berbunga-bunga
dengan semuanya
aku hanya coba percaya
pada kata hatiku
bahwa hubungan itu
bisa bertahan hingga akhir hayatku
Walau kini beda
tidak ada yang perlu disesali
tak butuh ditangisi
semua telah terjadi
5TuP!d0
June 14, 2008
Posted by Alex Maslo at 10:09 AM 0 comments
Labels: puisi
KENANGAN ITU
Ketika ia memotong rambut menyerupai cewek jepang
hanya aku yang mengatainya cocok
hanya aku yang memujinya cantik
karena ia memang cantik
karena ia selalu menarik dengan rambut apa pun
Ketika ia membelikanku makanan atau memasak untukku
tidak pernah aku mengeluh dengan rasa
karena ia melakukannya dengan hati
dan aku menilainya juga dengan hati
bukan dengan lidah
Ketika aku memboncengnya
aku dipeluknya
aku diberinya kehangatan
aku pun meraba tangannya
dan berjanji dalam hati
tangan ini akan kujaga selalu
Ketika ia menangis dalam pelukanku
aku mengusap air matanya
dan melapnya pada baju di dadaku
dan menenangkannya
sembari berjanji dalam hati
akan senantiasa menjadi tempatnya mengadu
bukan hanya itu
bukan sekedar itu
ada lagi
ratusan kisah kecil lainnya
yang terngiang selalu di pikiranku
Tapi kini semuanya tinggal kenangan
semua tinggal janji
semua takkan terulang lagi
hatinya telah membeku
aku tak sanggup mencairkannya
karena aku terlalu arogan
terlalu arogan sebagai seorang cowok
setelah semuanya
bohong kalau aku bisa tegar
bohong kalau aku bisa kuat
aku hanya mencoba tegar
hanya mencoba kuat
dengan menyeret kakiku
menyeret hatiku
yang terlanjur percaya padanya
yang sudah terlanjur berjanji
takkan meninggalkannya
kini
aku tidak tahu hendak kemana lagi
kakiku dan hatiku akan kulangkahkan
semuanya bagai kosong
bagai tiada guna tanpanya
5TuP!d0
June 13, 2008
Posted by Alex Maslo at 11:18 AM 0 comments
Labels: puisi
PANIK
Ia melandaku
menerpaku
menerjangku
dan meluluhlantahkanku
Aku menyakitinya
aku mengatainya
aku menyalahkannya
karena kamu
Mengapa bisa seperti ini
tidak biasanya begini
mengacaukan diri
dengan hati tak pasti
Pikiranku
serta perkataanku
maupun perbuatanku
merupakan kelalaianku
Pergilah engkau
aku tidak akan diterpa
untuk kedua kalinya
karena aku belajar
Menghargainya
menjagainya
mencintainya
aku akan
5TuP!d0
June 12, 2008
Posted by Alex Maslo at 8:10 AM 0 comments
Labels: puisi
ALEIRA
Nama ini akan selalu lekat
dekat dan erat
dalam genggam hatiku
dalam balut nafasku
dalam relung jiwaku
Ia terbentuk begitu singkat
dalam riasan-riasan cinta
yang penuh warna-warni
diatas sebuah perahu kecil
yang dikayuh oleh dua petualang
yang haus akan arti cinta
Walau namamu singkat
namun penuh maknamu
akan hasrat lahirnya cinta
cinta sejati yang takkan padam
Akan kutambal selalu
dengan warna-warna baru
agar maknanya selalu melekat erat
dalam hatiku yang paling dalam
Orang boleh bilang aku bodoh
berharap pada sesuatu yang semu
tapi aku tahu apa maknanya
akan arti cinta sejati
yang memang tak pernah mati
walau aku hanya bisa bermimpi
tentang kapan
cinta itu akan kembali
5TuP!d0
June 11, 2008
Posted by Alex Maslo at 8:56 AM 0 comments
Labels: puisi
ALBUM LAMA
Ku buka kembali
halaman yang ada
yang pernah terukir
dalam perahu kecil kami
Kutemukan banyak keindahan
dengan berjuta warna
yang mungkin tak dimiliki
oleh perahu lain
Tawa itu
gelitikan itu
pelukan itu
dan kebersamaan itu
Berat..
berat sekali
setelah semuanya
terlalui bersama
Sulit untuk tenang
juga tak bisa tegar
jika tanpanya disisi
mendampingi dan mendorongku
Aku masi bermimpi
masi terus berharap
munculnya kembali disisi
sembari perbaiki diri
5TuP!d0
Posted by Alex Maslo at 8:55 AM 0 comments
Labels: puisi
KEHADIRANNYA
Kehadirannya menguatkanku
kehadirannya menyemangatiku
kehadirannya menceriakanku
kehadirannya melegakanku
Hadirlah selalu
setiap hari setiap saat
dalam hari-hariku
dalam mimpiku
dalam pikiranku
dalam hatiku
dalam setiap sudut hidupku
5TuP!d0
June 10, 2008
Posted by Alex Maslo at 2:56 PM 0 comments
Labels: puisi
BUKAN LELUCON
Cinta terlalu indah
untuk dicoba-coba
cinta terlalu berharga
untuk dianggap lelucon
Tidak pernah ada
kata coba-coba
dalam kamusku
Tidak pernah ada
anggapan lelucon
dalam prinsipku
Karena cinta
begitu berharga
bahkan terlalu berharga
Ia tidak rumit
jika tidak diperlakukan rumit
ia sederhana
jika kita menyederhanakannya
Ia adalah
bagaimana kita memperlakukannya
karena ia tak berbentuk
tak memiliki rupa
Rupa yang ada
bukan rupa aslinya
tapi ciptaan kita
5TuP!d0
June 08, 2008
Posted by Alex Maslo at 10:20 AM 0 comments
Labels: puisi
ILMU IKHLAS
Aku bertanya kembali
aku revisi kembali
aku mengulang kembali
apa yang aku lewatkan
apa yang tlah terbiaskan
ternyata itu ilmu ikhlas
Siap menyambut
berarti siap pula merelakan
ingin memiliki
berarti rela pula kehilangan
itu bagian dari ilmu ikhlas
Ternyata begitu
ternyata seperti itu
baiklah
jika memang harus demikian
aku akan ikhlas
Demi aku
dan tentunya demi dia
demi bahagiaku
dan demi impiannya
akan kuikhlaskan semua
tanpa perlu tersisa
walau perlu waktu lama
Ikhlas...
5TuP!d0
Posted by Alex Maslo at 10:12 AM 0 comments
Labels: puisi
TAK BERSYARAT
Aku mencintainya
bukan karena ia cantik
walaupun ia memang
Aku mencintainya
bukan karena ia menarik
walaupun itu pasti
Aku mencintainya
juga bukan karena ia baik
walau itu tak kuragukan
Tapi aku mencintainya
karena ia
bukan karena dirinya
bukan karena sifatnya
bukan pula tingkahnya
tapi ia
ia yang seutuhnya
Tidak perlu alasan apapun
untuk mencintai ia
karena cinta
memang tak bersyarat
5TuP!d0
Posted by Alex Maslo at 10:11 AM 0 comments
Labels: puisi
SUARA DALAM KEKALUTAN
Ketika ku pasrah
suara itu datang silih berganti
menuntutku untuk berjuang
berjuang dan berjuang
demi dia
seseorang yang kucinta
Di dalam kekalutanku
di dalam kegelisahanku
selalu ada secercah harapan
selalu ada setitik cahaya
yang memberiku keberanian
yang menunjukkanku jalan
Aku tidak tahu
semua telah campur aduk
namun hanya satu yang jelas
hanya satu yang nyata
aku tidak ingin kehilangan dia
tidak ingin melepaskan genggamanku
karena dia terlalu berharga bagiku
Aku mungkin egois
aku juga arogan
tapi inilah caraku
inilah buktiku
bahwa aku benar-benar mencintainya...
5TuP!d0
June 07, 2008
Posted by Alex Maslo at 9:47 AM 0 comments
Labels: puisi
KOMPAS
Pagi itu
gemuruh ombak menemani
memercik keheningan
menampar kesunyian
seolah menghibur diriku
yang termenung sendiri
karena kehilangan kompas
yang sempat membuatku tersesat
berjalan tak tentu arah
Sesal?
tidak
tidak perlu
karena kompas itu tidak hilang
ia hanya belum mau menampakkan diri
sembunyi
menunggu seseorang
yang mau menghargai dia
menggunakannya dengan penuh syukur
menyimpannya dengan hati-hati
dan memanfaatkannya dengan bijak
Kini
aku menempa diri
agar layak aku
miliki kembali kompas itu
karena aku tahu ia begitu berharga
lebih dari apa pun
agar aku tidak tersesat lagi
Wahai kompas
dengarkanlah ini
tekad ini
dan usaha yang menaunginya
agar tahu engkau
betapa aku butuh
Aku telah
dan akan berusaha
sampai titik kemampuan
dan daya tahanku
Terima kasih
terima kasih…
Sabang | 31 Mei 2008 | 14.15
June 06, 2008
Posted by Alex Maslo at 9:08 PM 0 comments
Labels: puisi