Kelembutanmu
ya..kelembutanmu
itu yang kumau
itu yang kuperlu
dan hanya itu yang kuingin
Bukan kecantikan
bukan kemolekan
dan bukan pula dempulan
yang penuh kepalsuan
seperti peri-peri tak bersayap lainnya
Aku tahu
mungkin aku tidak rupawan
tidak pula hartawan
tapi tahukah engkau
kalau aku punya satu
dan hanya satu ini yang bisa kuberikan
yakni ketulusan hatiku
Jangan berharap
aku akan merayu
karena itu bukan keahlianku
dan jangan pula berharap
aku akan pamer
Tidak akan
aku tidak akan
karena memang aku tidak mampu
dan memang aku tidak punya
sesuatu yang layak untuk dipamerkan
Tidak lebih
tidak pula kurang
namun satu inginku
kesempatan darimu
hanya satu
dan cukup satu
maukah engkau…
5TuP!d0…untuk peri bersayap ‘patah’ yang mau tersenyum tulus.
PERI ‘BERSAYAP PATAH’
Posted by Alex Maslo at 1:10 PM 0 comments
Labels: puisi
KEBAHAGIAAN
Kenapa begini
munafik merajalela
topeng dimana-mana
dusta meracuni semua
Apa yang terjadi
apakah ini hidup yang kita mau
apakah begini hidup yang kita harap
tak maukah kita hidup yang indah
Aku tak habis pikir
semua mengincar ambisi
semua mendewakan materi
apa tak ada lagi hati
Mengapa…
mengapa kita harus begini
apa yang kita kehendaki
jika bukan kebahagiaan
Kenapa harus pesimis
kenapa harus menyerah
bukan begitu caranya
bukan begitu menjalaninya
Jangan hilangkan asa
jangan utamakan ego
jangan merusak hati
dan jangan sembunyikan nurani
Kebahagiaan itu ada
kebahagiaan itu tidak semu
kebahagiaan itu nyata
dan yang pasti kebahagiaan itu indah
Ia tak ternilai
ia tak tergantikan
dengan materi sekalipun
dengan kesenangan apa pun
5TuP!d0…untuk dunia yang lebih indah di masa depan.
Posted by Alex Maslo at 1:09 PM 0 comments
Labels: puisi
PENGUASAKU SAHABATKU
Wahai para penguasa
engkau nodai profesimu
engkau kotori statusmu
dengan uangmu
dengan kekuasaanmu
dan dengan jabatanmu
Temanmu…
orang yang sejenis
namun melakukan dengan hati
terpaksa menanggung kejelekan
akibat rusaknya nama institusi
yang selama ini mengharumkan namamu
Dengan mudahnya
engkau permainkan semuanya
seolah panggung sandiwara
yang bisa diatur jentik jari
dan lidah ularmu
Sampai kapan engkau mau begini
hingga usia memanggilkah?
atau hingga liter demi liter darah
teralir ke rumah kebesaranmu
baru engkau bisa tersadarkan?
baru engkau bisa menyesal?
baru engkau bisa berkata maaf?
Jangan
jangan tunggu lagi
banyak yang mengharapmu
banyak yang menginginkanmu
kembali ke diri aslimu
bukan dengan topengmu
atau kekuasaanmu
ataupun materi menggunungmu
mari bangun negeri ini
pimpin tanah tumpah darah ini
ke arah yang lebih baik
dengan sejahterakan rakyat kecil
yang selama ini tidak merasakan
nikmatnya hidup sementara
di dunia yang seharusnya indah ini
Jangan sengsarakan mereka lagi
cukuplah sudah
biarkan mereka merasakan
apa yang mereka bisa
dan sepantasnya mereka dapat
Kutunggu selalu
perubahan darimu
bukan demi sejengkal perutmu
tapi sekepal hatimu
yang masih sedikit merah
5TuP!d0…untuk negara tercinta, INDONESIA!!!
Posted by Alex Maslo at 1:08 PM 0 comments
Labels: puisi