BUNGA DALAM OMBAK

Dalam ombakku
mekar sekuntum bunga
indah nan cerah
diterpa sang surya

Namun...
layakkah ia kupetik
hanya untuk diriku?
atau kubiarkan saja ia
agar dinikmati yang lain
yang lebih layak baginya?

Aku bimbang...
karena ku tak mau
ia layu bila ditanganku
yang dingin
dan penuh kebimbangan
bagai ditengah persimpangan

Wahai bunga
andai kau tahu
kalau engkau yang kupuja.

Kuingin kau mekar
lalu beriku sebuah kata
yang indah layaknya dirimu
sebagai jawaban apa maumu

Sayang engkau tak bersuara
hanya senyum keindahanmu
yang engkau tebar
hanya tawa kenikmatanmu
yang engkau pamerkan


untuk orang-orang yang pernah kucintai dan mencintaiku
terima kasih telah menunjukkan wujud indah kalian
salam dan harap bahagiaku untuk kalian selalu...

5TuP!d0

October 30, 2007

ONE DAY YOU'LL BE MINE

If I can be your choice
I’ll be in seventh heaven
And I will hang your name in my heart forever
'Coz only you who deserve to

How lucky I am
To have known someone
Who make me hard to blink
Even in a second

First time I saw you
I swear I have saw an angel
Not just an ordinary one
But the sweetest one I’ve ever seen

Seeing you
Make me realize
How wonderful this world could be
And how amazing my life would be

Although I’m not yours
I thank God for creating you perfectly

Probably not in this life
Or even not in this world
But I believe that one day
In a place where you and I never expect
You’ll be mine
And there we will be together again
Not as you and me
But as a couple
As an unapart one
Both we will swim and taste
The magical taste of love
Endlessly…

5TuP!d0… dedicated to all who are in love or loving someone right now

October 22, 2007

DEWIKU

Indah
S’gala yang kurasa
Ketika bayangmu hadir
Menerpa sadarku

Teman? Bukan!
Kau lebih dari itu
Andai kau sadari itu
Walau bagimu aku tak lebih

Namun t’rima kasih
T’lah guratkan
Drama indah
Dalam hidupku

Yakinlah
Engkau s’lalu dewiku
Tak layak kulupa
Hingga ku tutup buku

5TuP!d0

SEPIKU

Sepi..
Ya..
Sepi..dan dingin
Dingin sekali

N’tah apa yang terjadi
Dengan periku
Peri yang seharusnya
Terbang kesana kemari bersamaku

Peri yang seharusnya menghiburku
Menemani disaat aku kesepian
Menjadi cahaya disaat kegelapan melandaku
Dan tertawa dikala ku bercanda

Tapi ia telah membeku
Lalu dinginnya
Menyebar ke segala penjuru sarafku
Membuatku diam seolah membisu

Bulan muncul menerawang
Melengkapi kebisuan malamku
Hingga tak sanggup benakku
Memikirkan satu katapun

Bahkan sang jiwa ikut diam
Menambah kesunyian dalam relung batin
Yang bergejolak tak terima
Dengan diamnya malam

Ingin aku berteriak
Tapi itu tadi
Aku telah terbisu
Bagai mulut tak berlidah

Sudahlah, usahlah lagi
Lelah sudah
Diriku berusaha
Mencairkan kebekuan ini

Biar begini
Biar kesedihan ini
Turut membeku
Lalu pecah berserakan
Kemudian mencair
Dan menguap
Terbawa udara bebas

5TuP!d0...untuk peri kecilku

October 09, 2007

DIA

Tak bosan daku pandang
Tak jemu daku khayal
Bayang seorang rupawan
Yang sulit tuk terhapuskan

Sulit ‘tuk memaling
Sulit ‘tuk dilupa
Bayang yang menawan
Walau hanya sesaat

Ingin bagiku terus
Ingin niatku selalu
Tiap saat tiap waktu
Menatap rupanya

Banyak inginku
Besar niatku
Satu harapku
Ada dia di sisi

Selalu…
Selamanya…

5TuP!d0…untuk valentine’s day 2004

October 07, 2007

AKU SAYANG PADAMU

Lagu My Way versi piano hasil jentikkan jari jemari pianis handal Richard Clayderman mengalun merdu nan lembut menemani malam pangjangku. Koran Kompas kulahap lebih kurang seperempat jam. Majalah Tempo pun sempat menghanyutkanku dengan gaya tulisan yang lugas yang membuat segalanya seolah tidak ada yang ditutup-tutupi hingga jarum jam menunjukkan pukul sebelas malam.

Sudah sepuluh menit aku gelisah sebelum lagu I’ll Be There gubahan Saxophonist terkenal Kenny G. mengalun menambah panjang malamku.

Aku tak tahu apa yang terjadi padaku hingga jantungku bisa memompa darah secara tidak teratur malam ini.

Kuakui, walau hatiku telah pernah disinggahi seseorang, dan jantungku pernah berdegup kencang dibuat beberapa wanita, namun engkau berbeda.

Engkau membangkitkan kembali adrenalin kegelisahan yang telah lama tidak pernah singgah dalam hatiku.

Keringatku mengucur deras seolah menjadi saksi buta ketika paragraf demi paragraf tertulis (mengalir) diatas selembar kertas.

(Kini, lagu Iwan Fals - ijinkan aku menyayangimu - bersenandung seolah membimbing penaku menutup tulisan tanganku ini.)

Sekarang, sebelum aku menutup kisah indahku hari ini, ijinkan aku menggoreskan 3 kata yang kudengungkan setulus hatiku dengan bantuan penaku : “Aku Sayang Padamu”.

Medan | 13 September 2006 | 00.30 (dinihari)